Minggu, 05 Agustus 2012

Kerinduan ku

Pernahkah kamu merasakan hal itu ? hal itu terjadi seiring dengan sebuah kebahagiaan, senyuman, harapan bahkan sebuah impian. Akan tetapi ini adalah berbeda. Ini bukan tentang manis nya hidup  layaknya gulaku, akan tetapi sebuah keadaan ketika anda merasa sudah tak ada lagi makna kehidupan anda bagi seorang ayah. Lara dan pilu berbekas seakan pisau telah menembus kulit.....

ari hati mu. Tak dapat ku mengerti mengapa hal ini dapat terjadi dalam hidupku. Pilu sembilu ketika ku menulisnya, retak hati ini ketika mengingat hal itu yang kini terjadi dalam hidupku.

Pernahkah anda merasakan Nya. . . ? ketika anda tak mampu menjadi apa yang dia minta ? ketika anda tak bisa menjadi apa yang dia mau ? ketika anda selalu menjadi yang salah di hadapannya, ketika anda harus tetap menjadi benalu yang tak berguna di hidupnya, ketika sudah tak ada lagi orang yang bisa membantu memperbaiki hubungan itu, ketika lara Nya terasa ketika sebuah cerita dari cerita yang lain mempertemukan anda.
Dan ketika perasaan bersalah itu berubah menjadi sebuah ketakutan, aku merasa tak tenang berada di hunian ini. Ketika ku terbangun, aku harus memikirkan apa yang dia mau,karna aku tak ingin mengecewakannya, karna aku masih ingin mengembalikan dia yang dulu, aku ingin kembali mengulang masa ku sebelum keadaan ini terjadi. Aku ingin senyum ku yang dulu pernah ada. Aku tak ingin membuatmu merasa bahwa akulah orang yang tak burguna di hadapannya.

Ayah…..
Ingatkah engkau masa itu…..
Ingatkah engkau akan candamu yang dulu….
Apakah engkau sudah tak ingin itu terjadi lagi…
Apakah engkau telah bosan dengan semua itu…

Ayah…..
Bukan maksudku mengecewakanmu
Bukan maksudku kan mendurhakan mu
Tapi ku harap engkau mengerti mengapa ini semua terjadi

Ayah. . .
Dimana senyummu yang dulu
Dimana dia
Kemana dia pergi, aku telah lama menantinya
Ayah….
Aku merindukan canda dan tawamu yang dulu
Dapat kah engkau memperlihatkan itu
Aku siap jika harus itu yang aku lihat di akhir hayatku
Aku siap jika harus menjadi yang terbodoh di hadapan orang lain, asalkan itu bukan di hadapanmu
Ayah
Ku rindukanmu yang dulu
maafkan aku jika aku mengecewakanmu